http://bit.ly/PDlogo1

Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE
FALSE
TRUE
HIDE_BLOG

Classic Header

{fbt_classic_header}

Top Ad

//

Info Terbaru

latest

Berzikir dalam Tidur

  Oleh: Alwahono Tidur seharusnya adalah waktu yang terbaik untuk kita beristirahat. Namun tak jarang kita terbangun dengan napas yang ter...

 


Oleh: Alwahono

Tidur seharusnya adalah waktu yang terbaik untuk kita beristirahat. Namun tak jarang kita terbangun dengan napas yang tersegal dan berkeringat. Seakan kita sedang melakukan 10K maraton. Dan mungkin tidak jarang juga ada orang yang bisa gagal jantung karena debarnya terlalu kencang serta tak mampu untuk dikendalikan.

Was was dan rasa takut selalu menghantui hidup. Hingga dalam mimpi selalu terbawa. Walaupun di dalam tidur yang nyenyak. Kita sering bermimpi buruk. Terkadang kita di kejar-kejar setan.

Aku berusaha mencari makna yang tak pernah kutemui. Aku juga sering mendengar jika tidur adalah zikir. Namun  Aku tidak tahu apakah makna sebenarnya dari berzikir di dalam tidur itu.

Sebelum tidur Aku selalu berdoa agar selama tidurku dapat tidur dengan pulas dan tidak dalam rasa was was maupun ketakutan. Faktanya ketakutan masih saja terjadi. Setan terus datang mengiringi.

Saat tidur sesungguhnya kita memang tidak pernah benar-benar tidur. Alam bawah sadar kita selalu saja bekerja. Di sini setan dan hantu itu masuk dan bekerja keras mengganggu anak-cucu Adam--figur yang paling dicemburuinya sebab diciptakan Tuhan dengan bekal ilmu.

Suatu ketika Aku bertemu dengan seorang kakek tua dengan paras yang teduh dan menggunakan tutup kepala berwarna putih. Lipatannya sangat rapi diikatkan ke kepala.

Kakek tua itu mendekat dan memberi salam, "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..."

Aku menoleh dan menjawab dengan suara lembut pula. "Wa'alaikumsalam warahamatullahi wabarakatuh."

"Nak...," sapa Sang Kakek dalam nada bertanya. "Apa yang membuatmu gelisah? Sepertinya kamu selama tidur sering diganggu oleh pikiran bawah sadarmu yang buruk dan dikejar-kejar oleh setan!"

"Ya, benar…," jawabku.

"Sadarkah kamu bahwa tidur itu sesungguhnya zikir?"

Aku terdiam sembil menyimak apa yang Dia katakan dan sambil mengangguk.

Lantas Aku bertanya, "Bagaimana caranya? Karena saya sangat awam dan tidak memahaminya?"

Sang Kakek memandangku sambil tersenyum. Dia lantas menjelaskan.

"Yang dimaksud tidur itu zikir adalah jika kamu berzikir sebelum tidur dan tidak berhenti sampai kamu tertidur terus mengingat Allah. Dia Tuhan Yang Maha Kuasa."

Kemudian Ia melanjutkan, "Maka hingga kamu terbangun dari tidurmu, kamu akan mengetahui kalau ternyata saat bangun kamu tetap berzikir..."

"Lakukanlah setiap hari, maka kamu akan mendapatkan seluruh tidurmu adalah zikir Nak."

"Dengan zikir menyebut nama Allah, maka jiwamu tenang dan kamu akan menemukan hatimu yang tenteram. Ala inna bidzikrillah tatma'innal qulub," jelasnya.

"Nak peliharalah dirimu dengan zikir dan lakukan secara terus menerus selama hidupmu, maka pada saatnya nanti kita akan bertemu!" kata kakek tua itu sembari pamit dan mengucapkan, "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."

Aku sontak bangun dari tidur dan Aku baru sadar ternyata pelajaran yang Aku selalu ingin dapatkan ternyata kudapati lewat mimpi. Aku merasa senang dan hingga kini dapat tidur dengan tenang.

Bogor, 30 Ramadhan 1442H