http://bit.ly/PDlogo1

Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE
FALSE
TRUE
HIDE_BLOG

Classic Header

{fbt_classic_header}

Top Ad

//

Info Terbaru

latest

Tularkan Ilmu Tentang Safety di Mana Pun dan Kapan Pun. Safety Inventaris Mahal Bagi Karyawan Dan Perusahaan.

  Keselamatan kerja kerap didengungkan namun pada praktiknya masih saja ada minusnya. Pihak perusahaan masih membutuhkan pendamping untuk ...

 


Keselamatan kerja kerap didengungkan namun pada praktiknya masih saja ada minusnya. Pihak perusahaan masih membutuhkan pendamping untuk mensosialisasikan hal ini kepada para pegawainya.

 

Maka di simpul inilah PT Allsys Solutions hadir. Berikrar sebagai lembaga konsultan dan Training dalam hal K3 di tahun 2007 silam, Allsys akhirnya berkembang menjadi perusahaan konsultan dan training papan atas.

 

Tentu bukan hal mudah mencapai ini semua. Seperti dikatakan Alwahono, Direktur Utama Allsys, bahwa butuh waktu dan proses naik turun dalam praktiknya.

“Dari awal dengan memulai melakukan branding, selanjutnya kita mencari positioning untuk menempatkan diri sehingga saat ini bisa menjadi perusahaanWEB SALWAHONO besar dan terkemuka,” jelasnya. Lalu ia pun membuka lembaran kisah sukses perusahaannya. Pada awalnya, di tahun 2007 dan 2008 ia berproses membranding perusahaan. Lalu, tahun 2009 perusahaan ini pun bertumbuh besar. Dimulai dari bidang konsultan yang pada saat itu bertarget 2 miliar, kemudian di tahun 2010 targetnya melompat 10 miliar dan itu tercapai. Allsys Solutions pun terus berkembang hingga sekarang.

 

Tentang hal ini, Wahono menceritakan hal sederhana di mana dia mendapatkan informasi tentang mahalnya harga training untuk memanjat tower bagi perusahaan telekomunikasi.

 

“Sekitar Rp15 juta untuk training seperti itu. Kami pun lalu menyediakan fasilitas yang sama bahkan lebih baik dengan harga terjangkau,” tekannya.

 

Pada akhirnya Allsys mampu membuktikan diri sebagai salah satu lembaga training terbesar di Indonesia khususnya di bidang pertambangan dan bidang telekomunikasi untuk rigging dan working at height (bekerja di ketinggian).

 

Pencapaian tadi dibuktikan dengan telah memberikan pelatihan kepada ribuan karyawan pertambangan dan ribuan karyawan telekomunikasi, untuk training working at height saat ini telah mencapai 220 angkatan atau lebih dari 3.136 peserta, untuk TI (Telecommunication Instalation)telah mencapai lebih dari 1000 Peserta.

 

Alwahono menjelaskan perusahaan ini awal mulanya berdiri di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Lalu di tahun 2010, mereka melengkapi peralatan pelatihan dengan menyediakan BTS dan peralatan  pelatihan dan menyediakan Hotel yang digunakan untuk pelatihan di kawasan Puncak – Bogor.

Sumber: Majalah Katiga